Minggu, 21 Oktober 2012

Pengertian Sistem Informasi Akuntansi Dan Ruang lingkup (SIA)


Pengertian Sistem Informasi Akuntansi

Sistem Informasi Akuntansi merupakan sistem
informasi fungsional yang mendasari sistem
informasi fungsional yang lainnya seperti sistem
informasi keuangan, sistem informasi pemasaran,
sistem informasi produksi dan sistem informasi
sumber daya manusia. Sistem-sistem informasi
lain membutuhkan data keuangan dari sistem
informasi akuntansi.
Hal ini menunjukkan bahwa suatu perusahaan
yang akan membangun sistem informasi
manajemen, disarankan untuk membangun sistem
informasi akuntansi terlebih dahulu. Fungsi
penting yang dibentuk SIA pada sebuah
organisasi antara lain : Mengumpulkan dan
menyimpan data tentang aktivitas dan transaksi.
Memproses data menjadi into informasi yang
dapat digunakan dalam proses pengambilan
keputusan. Melakukan kontrol secara tepat
terhadap aset organisasi.
Pengertian Sistem Informasi Akuntansi Menurut
Ahli
1. Menurut Wilkinson dan Cerullo (1995,
p.5-6) pengertian sistem informasi
akuntansi merupakan struktur yang
menyatu dalam suatu entitas, yang
menggunakan sumber daya fisik dan
komponen lain, untuk merubah data
transaksi keuangan/akuntansi menjadi
informasi akuntansi dengan tujuan
untuk memenuhi kebutuhan akan
informasi dari para pengguna atau
pemakainya (users).
2. Beberapa batasan pengertian (definisi)
Sistem Informasi Akuntansi lain yang
dapat dikutip misalnya pendapat
Wilkinson (1990) bahwa sistem informasi
akuntansi adalah merupakan sistem
informasi formal, memiliki tujuan
(kegunaan), tahap, tugas, pengguna, dan
sumber daya dan mencakup ke seluruh
kegiatan perusahaan dalam penyediaan
informasi bagi semua pengguna di
perusahaan tersebut.
3. Pengertian Sistem Informasi Akuntansi
Menurut George H. Bodnar dan William
S. Hopwood dalam bukunya yang
diterjemahkan oleh Jusuf, A.A. (1996,
h.1) pengertian sistem informasi akuntansi
adalah , Kumpulan sumber daya, seperti:
manusia dan peralatan, yang diatur
untuk mengubah data menjadi informasi
akuntansi. Informasi ini
dikomunikasikan kepada para
penggunanya untuk berbagai
pengambilan keputusan.
4. Pengertian Sistem Informasi Akuntansi
menutut Mulyadi (2001, h.3)
mendefinisikan, Sistem akuntansi adalah
organisasi formulir, catatan dan laporan
yang dikoordinasi sedemikian rupa untuk
menyediakan informasi keuangan yang
dibutuhkan oleh manajemen guna
memudahkan pengelolaan perusahaan.
5. Pengertian Sistem Informasi Akuntansi
Menurut Niswonger, Fess & Warren
diterjemahkan oleh Ruswinarto, H.
(1995, h.248), Sistem akuntansi adalah
suatu sarana bagi manajemen perusahaan
guna mendapatkan informasi yang akan
digunakan untuk mengelola perusahaan
dan untuk menyusun laporan keuangan
bagi pemilik, kreditor, dan pihak lain
yang berkepentingan.
6. Pengertian Sistem Informasi Akuntansi
menurut Baridwan (1998, h.6), Sistem
akuntansi terdiri dari formulir-formulir,
catatan-catatan, prosedur dan alat-alat
yang digunakan untuk mengolah data
mengenai suatu mengenai usaha suatu
kesalahan ekonomis dengan tujuan untuk
menghasilkan umpan balik dalam bentuk
laporan-laporan yang diperlukan oleh
manejemen untuk mengawasi usaha-
usahanya dan bagi pihak-pihak lain yang
berkepentingan seperti pemegang saham,
kreditur, dan lembaga-lembaga
pemerintah untuk menilai hasil operasi.
Contoh Sistem Informasi Akuntansi
Ada beberapa sistem informasi akuntansi yang
sudah dikembangkan oleh berbagai perusahaan.
Ada yang mengembangkan secara umum, ada
yang mengembangkan berdasarkan kasus per
kasus dalam suatu organisasi. Contoh sistem
informasi akuntansi yang dikembangkan secara
umum adalah: Dec Easy Accounting(DEA) dan
MYOB.


Ruang lingkup
sistem informasi akutansi
(SIA)

Pengertian SIA
Sistem informasi akuntansi
adalah sekumpulan sumberdaya
yang diatur untuk mengubah
data transaksi keuangan menjadi
informasi keuangan (akuntansi).
Produktivitas perusahaan dapat
ditingkatkan dengan sistem
informasi akuntansi yang baik.
Masalah yang dihadapi beberapa
PDAM saat ini adalah belum
adanya aplikasi terintegrasi yang
meliputi billing system,
pencatatan piutang, persediaan,
aktiva tetap, dan akuntansi.
Billing system dan pencatatan
piutang yang ada pada beberapa
PDAM hanya berupa rekaman
data tagihan pelanggan dalam
bentuk file data saja (back end)
dan aplikasi yang ada sebagian
besar masih berbasis DOS
sehingga pengolahan data untuk
menghasilkan informasi yang
dibutuhkan dilakukan secara
manual dan memerlukan waktu
yang lama. Beberapa PDAM
lainnya memang sudah memiliki
aplikasi sistem informasi
akuntansi namun aplikasi
tersebut saat ini belum
terhubung dengan subsistem
lainnya semisal billing, inventory
dan fixed asset. .
Tujuan Kegiatan
Terciptanya aplikasi sistem
informasi akuntansi (SIA) yang
terintegrasi di mana di dalamnya
mencakup billing system,
pencatatan piutang, pencatatan
persediaan, pencatatan aktiva
tetap, dan akuntansi yang dapat
mendukung pengambilan
keputusan.
Sasaran/Hasil yang Diharapkan
1. Sistem Informasi Akuntansi
akan menghasilkan output
berupa pelaporan atas seluruh
transaksi keuangan perusahaan
dan disajikan dalam bentuk
laporan keuangan yaitu, Neraca
Perusahaan, Laporan Rugi Laba
dan Laporan Arus Kas. SIA yang
dirancang secara sistematis dan
mengadopsi teknologi informasi
ini diharapkan dapat
memberikan kemudahan dalam
melakukan pencatatan transaksi
dan menyajikan informasi yang
akurat serta tepat waktu.
2. Sistem Informasi Aktiva Tetap
dan Persediaan yang telah
terkomputerisasi dan terintegrasi
sebagai bagian yang tidak
terpisahkan dari Sistem
Informasi Akuntansi, akan
menghasilkan laporan-laporan
pendukung bagi laporan
keuangan PDAM, berupa rincian-
rincian persediaan dan aktiva
tetap.
3. Dengan implementasi Billing
System yang terkomputerisasi
dan terintegrasi maka
diharapkan dapat memberikan
kemudahan dalam melakukan
pencatatan, pengolahan data
transaksi serta menyajikan
informasi yang akurat serta tepat
waktu. Hal ini sangat
memungkinkan karena billing
system telah disusun sedemikian
rupa sehingga dapat menangani
transaksi secara on-line, bahkan
data yang ada dapat digunakan
untuk informasi tagihan rekening
air minum lewat telepon maupun
transaksi on-line lewat ATM.
Ruang lingkup SIA
Ruang Lingkup
1. Ruang lingkup Implementasi
aplikasi Sikompak pada Bagian
Akuntansi/Pembukuan meliputi
pencatatan dan pengolahan data
atas transaksi keuangan yang
meliputi penjurnalan, posting
hingga menghasilkan laporan
keuangan perusahaan (General
Ledger System).
2. Ruang lingkup Sistem
Informasi Aktiva Tetap dan
Persediaan terdiri dari mutasi
penambahan dan pengurangan
pada aktiva tetap dan persediaan
serta perhitungan penyusutan
dan nilai buku aktiva tetap.
3. Ruang Lingkup implementasi
Billing System yang telah
terkomputerisasi terdiri dari
beberapa sub-sistem antara lain
sub-sistem penyambungan baru,
sub-sistem administrasi rekening,
sub-sistem pelayanan pelanggan
(customer service) dan sub-
sistem penagihan dan
penerimaan kas.
Tahap Pelaksanaan Pekerjaan
1. Tahap Persiapan:
1. Pembentukan Tim Penyusun.
2. Survey awal, yang mencakup
inventarisasi sumber daya yang
dimiliki, mempelajari aplikasi
dan database yang sudah
dimiliki, mempelajari manual
dan kebijakan akuntansi
perusahaan, inventarisasi
permasalahan serta
inventarisasi/ mempelajari
informasi dan format laporan
yang diinginkan.
3. Penyusunan spesifikasi
aplikasi SIA.
4. Penyusunan uraian rinci
pekerjaan dan skedul kerja.
5. Penyusunan TOR dan MoU.
2. Tahap Penyusunan Aplikasi
SIA
1. Penyusunan struktur
database.
2. Transfer data dari format
database lama kepada struktur
database yang baru.
3. Penyusunan program/aplikasi
SIA yang meliputi perancangan
output, formulir dan program/
aplikasi.
4. Pengujian awal aplikasi SIA.
5. Penyesuaian kembali aplikasi
SIA.
6. Penyusunan manual aplikasi
SIA.
3. Tahap Uji Coba Penerapan
Aplikasi SIA
1. Sosialisasi dan presentasi
aplikasi SIA yang baru.
2. Pelatihan operator.
3. Simulasi penerapan aplikasi
SIA.
4. Reorganisasi penyimpanan
hard copy document.
5. Penyesuaian rancangan
aplikasi SIA sehingga diperoleh
aplikasi SIA yang siap untuk
digunakan.
4. Tahap Penerapan Aplikasi SIA
1. Penerapan aplikasi SIA secara
menyeluruh.
5. Tahap Penyelesaian
1. Penyusunan laporan
penyelesaian pekerjaan.
2. Pembahasan laporan
penyelesaian pekerjaan dengan
pejabat yang bertanggung jawab.
3. Pengesahan penggunaan
aplikasi SIA.
6. Tahap Pemantauan dan
Evaluasi
1. Pemantauan atas penerapan
aplikasi SIA.
2. Penyesuaian rancangan
aplikasi SIA sehingga diperoleh
aplikasi SIA yang lebih baik dan
lebih mudah digunakan.
















1 komentar: